KBIH KOTA DEPOK

Perbedaan Haji dan Umroh,Kenali Pelaksanaannya

Perbedaan Haji dan Umroh,Kenali Pelaksanaannya
perlu dipahami seluruh umat islam. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan. Sementara umrah merupakan ibadah sunah yang memiliki banyak keistimewaan. Kedua ibadah ini merupakan ibadah mulia bagi umat Muslim.
Salah satu perbedaan haji dan umroh yang mungkin sudah dikenali semua orang adalah waktu pelaksanaannya. Jika ibadah haji hanya dapat dilakukan antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah, umrah dapat dilakukan sewaktu-waktu. Umrah bisa dilakukan kapan pun kecuali pada hari tertentu seperti hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.
Perbedaan haji dan umroh harus diketahui karena tata cara pelaksanaannya hampir sama. Bahkan umroh sering disebut dengan haji kecil karena memiliki ritual yang mirip. Namun, tata cara haji dan umrah sebenarnya berbeda.
Waktu Pelaksanaan
Perbedaan haji dan umroh yang pertama seperti yang disebutkan sebelumnya adalah waktu pelaksanaannya. Pelaksanaan ibadah haji dilakukan setiap satu tahun sekali dan selalu memiliki jumlah jemaah yang banyak dan berasal dari seluruh penjuru dunia.
Waktu pelaksanaan ibadah haji terbatas dibandingkan waktu pelaksanaan ibadah umroh. Waktu pelaksanaan haji terbatas hanya pada rentang waktu awal bulan Syawal sampai Hari Raya Idhul Adha di bulan Dzulhijjah. Sementara, ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja tanpa ada batasan rentang waktunya, kecuali pada hari tertentu seperti hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.
Hukum Ibadah Haji dan Umroh
Selain waktu pelaksanaannya, perbedaan haji dan umroh yang mungkin juga sudah dikenali banyak orang adalah hukum kedua ibadah tersebut. Haji merupakan rukun Islam yang ke lima, dan hukumnya wajib dilaksanakan bagi seluruh umat Islam yang memenuhi syarat wajib untuk melaksanakannya.
Kewajiban melaksanakan haji bagi yang mampu ini didasarkan pada firman Allah SWT pada QS Ali Imran ayat 98.
“Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98).
Bagi mereka yang mengingkari atau menghindari haji padahal mampu dan memenuhi syarat, maka ia termasuk kaum yang berdosa.
Sementara itu, hukum ibadah umroh masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Dari ayat QS Al-Baqarah 196, umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh untuk Allah.
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah untuk Allah,” (QS al-Baqarah: 196).
Terdapat banyak hadist yang menjelaskan tentang hukum ibadah umroh. Beberapa menyamakan hukum umroh dengan haji, tetapi ada pula yang menyebut hukum melaksanakan umroh adalah Sunah.
Rukun Ibadah Haji dan Umroh
Perbedaan haji dan umroh selanjutnya dapat dilihat berdasarkan rukunnya. Rukun dalam ibadah menjadi penentu keabsahan ibadah yang dilakukan. Hal tersebut juga berlaku untuk ibadah haji dan umroh. Rukun dalam ibadah haji dan umroh bersifat batal bila tidak dilakukan dan tidak bisa diganti dengan denda.
Seperti yang diketahui, terdapat lima rukun dalam haji yaitu niat ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Ke lima rukun ini harus dilakukan seluruhnya guna memenuhi keabsahan ibadah haji yang dilakukan. Jika tidak bisa melaksanakan seluruh rukun haji ini dikarenakan satu dan lain hal, maka nilai ibadah haji akan berkurang.
Untuk rukun umroh, yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Perbedaan haji dan umroh hanyalah wuquf di Padang Arafah yang hanya dilaksanakan oleh Jemaah haji saja. Jemaah umroh tidak melakukan wuquf di Padang Arafah.
Kewajiban Ibadah Haji dan Umroh
Perbedaan haji dan umroh yang juga dapat dilihat berdasarkan kewajiban yang harus dilakukan. Pada haji dan umroh, Jemaah wajib menjalankan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak membatalkan ibadah, namun wajib diganti dengan denda.
Kewajiban ibadah haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah Jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melempar jumrah.
Sedangkan kewajiban umroh hanya dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit ini membuat pelaksanaan ibadah umroh menjadi lebih cepat selesai dibanding haji.
itulah beberapa perbedaan haji dan umroh yang perlu dipahami seluruh muslim. Perbedaan haji dan umroh yang cukup signifikan tersebut harus dipahami, apalagi bagi orang-orang yang akan berangkat menunaikan haji ataupun umroh.
Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah haji dan umroh. Semoga menjadi haji dan umroh yang mabrur bersama KBIHU Azzam Albaesuni dan Toyib Travel
Untuk informasi lebih lanjut jadwal keberangkatan dan program Umroh dan Haji AZZAM ALBAESUNI dan TOYIB TRAVEL hubungi:
021-77825110/08129794620
Follow juga Medsos kami ya.
IG : @kbihuazzamalbaesuni
FB : Kbihu Azzam Albaesuni
FanPage : Kbihu Azzam Albaesuni
#umroh2020#umrohmurah#ibadahhaji
#haji2021#hajipandemi#hajidepok
#hajiifrad#hajiqiran#hajitamattuk
#azzamalbaesuni#travelumroh#kbihu#travelhaji
#toyibtravel#travelumrohmurah#umrohmurahdepok
#doaumroh#kajianislami#covid19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *